entah berapa purnama lagi yang aku harus lewati tanpamu.. pekat melekat didalam sukma yang terus saja meminta hadirmu.. meski aku tahu ini semua tidak mungkin untuk aku jalani seorang diri..
suatu malam yang dingin pernah aku bermimpi tentang ragamu dan terasa begitu nyata.. kau peluk aku dengan penuh mesra kecupan-kecupan dalam setiap rindu yang kita punya. tetapi aku tersadar semuanya hanyalah belai angin yang hampa
jika saja aku seorang pujangga.. akan aku selipkan namamu dalam setiap bait puisiku..
cinta kepadamu aku diam seolah mengerti apa yang sedang terjadi.. padahal rasa kalut didalam hati bertanya kenapa semua ini datang dan harus terjadi.. sekarang aku hanyalah manusia tersekat harapan..
malam bagai ruang yang semakin sempit.. didalamnya ada aku dan semua keinginan untuk kita selalu bersama.. rasanya begitu dingin seperti aku dibuatnya beku tak berdaya..
sungguh aku rindu dikecup kening olehmu.. rindu perhatian mesra yang mengantarkan aku menuju lelap, meski itu hanya sekedar kata selamat tidur atau perintah mencuci kaki dan gosok gigi..
hari ini malam dimana aku harus berjumpa denganmu.. meminta jawab dari tanya untuk hatiku yang tidak mungkin lagi bisa melihat pagi.. dan semoga semuanya akan baik-baik saja 😢😖🙏
Rabu, 02 November 2016
Senin, 05 September 2016
Senjaku Senjamu
Sejak saat itu aku mulai menyukai lagi senja.. waktu dimana surya menepi pada teduh yang tentram saat sinarnya meredup untuk berserah pada malam..
meski sebelumnya aku sangat sekali membenci senja.. aku tak suka pada hilangnya seolah menutup harapan untuk memberikku terang akan hidup. semua ditenggelamkan begitu saja menjadi gelap
sekarang aku menikmati semuanya dalam senja.. ada warnanya.. ada teduhnya.. ada indahnya.. bahkan ada kenangan baru yang kusimpan pada senja.. padahal sebelumnya ada kisah yang tak pernah bisa kuhapus dalam ingatan
tetapi aku tidak lagi mau tenggelam dalam cerita lama.. aku ingin senja yang baru dan bukan lagi senja yang menyudahi mimpiku.. akan aku buat lupa senja masa lalu.. bagiku itu hanyalah lembayung dalam drama.
senja baru membuat aku sadar bahwa matahari yang hilang itu tidak ada.. matahari hanya sedang memberikan hangatnya pada bagian bumi lain.. sedangkan aku harus rela bahwa dia akan datang lagi esok hari dengan hangat yang sama dan sinar yang tak pernah berubah
kali ini yang membuat aku semakin percaya bahwa senja itu indah dibuktikan dengan hadirnya kamu sebagai gadis yang mampu menjadikan cerita baru untuk senja
kamu mampu membuat aku tersenyum untuk pertama kalinya sejak 395 hari yang lalu.. selama itu aku lebih banyak diam bahkan kali ini kamu bisa membuat urat syaraf dibibirku bekerja dengan baik lagi..
memang pertemuan denganmu saat itu tidaklah spesial.. hanya pantai kuta dengan pasirnya.. lalu meja dengan dua gelas minuman dingin untuk kita.. bahkan tak ada setangkai bunga atau lilin yang biasa diletakan agar menambah suasana romantis..
kita berbicara perihal cinta.. atau sesekali mengeluh tentang pekerjaan.. semuanya tetap dalam senja.. namun yang membuat aku kembali tersenyum adalah caramu memperlakukan ceritaku dengan sungguh.. seolah kamu memang pendengar yang baik..
tidak menarik memang.. hanya cerita biasa yang pasti orang biasapun mengalami.. tentang persoalan hidup yang tak akan kunjung usai.. tetapi kamu memang sungguh berbeda
aku merasa dihargai.. aku didengarkan lalu sedikit tingkah konyol untuk membuang rasa bosan dengan semua ceritaku... hingga senja itu mengilang dan kita tetap bercerita hingga malam
Minggu, 04 September 2016
Purnama Darimu
ketika satu purnama aku kehilangan kesadaran.. semuanya dimulai saat senja itu membanting hatiku dengan seribu tanya.. entah apa maksud dari sebuah catatan pada kertas putih didalam dompetmu..
aku tak berpikir bahwa kamu akan menjadi penipu ulung.. tetapi seketika itu pula otak didalam kepalaku rasanya berdenyut dan ingin keluar dari cangkangnya..
tidak aku tunggu lama saat itu.. tepat sinar purnama berada diatas kepalaku dan aku mencoba memutar ulang ingatan saat dimana aku temukan secarik kertas berisi catatan nomer handphone dan beberapa email yang membuat aku rasanya ingin muntah..
bukan.. bukan karena aku membaca tulisan tentang hal yang jorok tetapi semua catatan itu membuat kepalaku dilanda pusing.. sebab yang aku temukan adalah perihal ganjil yang tak biasanya kutemukan darimu..
benar saja.. purnama tertutup kelabu awan yang mulai mendung dan petir datang saling bersahutan.. seakan memang menjadi latar untuk semua keadaan yang ada pada tanya besar pikiranku..
aku tak pernah menyangka catatan sakti yang aku temukan pada tempat uangmu yang baru adalah balapetaka hubungan kita.. semuanya berubah menjadi gambaran nyata tentang kamu..
rasa mual itu hilang.. tetapi mataku buta.. hidungku tak lagi dapat merasakan bau.. telinga mendadak sunyi dan urat pada saraf di tubuh ini melemas lalu kulitku tak lagi bisa merasakan hembusan angin yang seharusnya dingin. lidah menjadi kelu membisu..
lengkap sudah cerita satu purnama tentangmu.. entah bagaimana lagi aku harus melanjutkan cerita lain yang padahal isi pena dan sisa-sisa kertas masih banyak untuk membuat beberapa bagian kisah menarik selain tentangmu saja..
dari semogaku yang tak pernah berhenti aku harapkan dan purnama yang menjadikannya teman bait dari sastra yang hilang lalu teruntuk kanvas yang kosong bahkan belum aku sempat lukis wajah dan namamu disana.. aku berhenti pada kalimat yang menjadikannya bisu abadi
ketika satu purnama aku kehilangan kesadaran.. semuanya dimulai saat senja itu membanting hatiku dengan seribu tanya.. entah apa maksud dari sebuah catatan pada kertas putih didalam dompetmu..
aku tak berpikir bahwa kamu akan menjadi penipu ulung.. tetapi seketika itu pula otak didalam kepalaku rasanya berdenyut dan ingin keluar dari cangkangnya..
tidak aku tunggu lama saat itu.. tepat sinar purnama berada diatas kepalaku dan aku mencoba memutar ulang ingatan saat dimana aku temukan secarik kertas berisi catatan nomer handphone dan beberapa email yang membuat aku rasanya ingin muntah..
bukan.. bukan karena aku membaca tulisan tentang hal yang jorok tetapi semua catatan itu membuat kepalaku dilanda pusing.. sebab yang aku temukan adalah perihal ganjil yang tak biasanya kutemukan darimu..
benar saja.. purnama tertutup kelabu awan yang mulai mendung dan petir datang saling bersahutan.. seakan memang menjadi latar untuk semua keadaan yang ada pada tanya besar pikiranku..
aku tak pernah menyangka catatan sakti yang aku temukan pada tempat uangmu yang baru adalah balapetaka hubungan kita.. semuanya berubah menjadi gambaran nyata tentang kamu..
rasa mual itu hilang.. tetapi mataku buta.. hidungku tak lagi dapat merasakan bau.. telinga mendadak sunyi dan urat pada saraf di tubuh ini melemas lalu kulitku tak lagi bisa merasakan hembusan angin yang seharusnya dingin. lidah menjadi kelu membisu..
lengkap sudah cerita satu purnama tentangmu.. entah bagaimana lagi aku harus melanjutkan cerita lain yang padahal isi pena dan sisa-sisa kertas masih banyak untuk membuat beberapa bagian kisah menarik selain tentangmu saja..
dari semogaku yang tak pernah berhenti aku harapkan dan purnama yang menjadikannya teman bait dari sastra yang hilang lalu teruntuk kanvas yang kosong bahkan belum aku sempat lukis wajah dan namamu disana.. aku berhenti pada kalimat yang menjadikannya bisu abadi
Rabu, 17 Februari 2016
Manusia Dasar
saya tidak akan pernah mengerti tentang apa yang ada didalam pikiran setiap manusia.. tetapi saya selalu berusaha untuk mempelajari semua itu dari tingkah laku dan gaya hidup yang mereka lakukan setiap hari.. dan diantara mereka-mereka sudah ada yang terbagi dalam banyak golongan. ada yang di kategorikan sebagai manusia pembohong, manusia jujur, manusia serakah, manusia boros, manusia baik, manusia berakal dan masih banyak lagi.
dalam setiap golongan tersebut terkadang mereka berbaur satu sama lain. bahkan golongan-golongan mereka menjadi abstrak ketika mereka berbaur tidak hanya dengan satu golongan saja.. misalnya manusia pembohong bisa saja menjadi manusia jujur apabila kedua golongan tersebut berbaur satu sama lain dan tidak menutup kemungkinan manusia jujur bisa saja menjadi manusia pembohong. begitu juga golongan lain yang bisa saja berbaur untuk menjadi abstrak.
kenapa kemungkinan ini bisa terjadi. tentu saja secara teknis manusia adalah makhluk sosial dan setiap harinya jutaan manusia terhubung untuk saling berbaur dan sekedar tegur sapa. baik itu secara bertemu langsung dengan tatap muka atau melalui internet seperti media sosial online berbasis obrolan pesan singkat seperti Blackberry Mesengger atau pesaingnya Whatsapp. dan ada pula yang tidak langsung lainnya tetapi tetap menjadi salah satu terjadinya hubungan sosial seperti halnya kita sedang membaca status seseorang melalui twitter ataupun facebook.
pengertian tentang tingkah laku dan gaya hidup manusia bisa kita lihat dari seberapa banyak kebutuhan yang manusia itu sendiri gunakan.. dari hal yang penting dilanjutkan hal yang sangat penting hingga kepada hal yang tidak begitu sangat penting sama sekali.
dalam artian disini, manusia adalah makhluk dengan tingkat serakah yang sangat tinggi kebutuhannya meskipun itu menuju pada sebuah barang atau benda yang sama sekali tidak dibutuhkan. dan alasan ini banyak di gunakan untuk sekedar ajang adu gaya atau perang gengsi. contohnya saja kita tidak begitu perlu sepatu lebih dari 2 tetapi rata-rata manusia memiliki 3 bahkan lebih sepatu dirumahnya..
sepatu mungkin hanya alas kaki. tetapi pada fungsi yang nyata pada era sekarang adalah untuk menyesuaikan status atau derajat seseorang.
pejabat selalu menggunakan sepatu kulit berkualitas, sedangkan kuli bangunan hanya menggunakan sepatu berbahan karet. disini kedua manusia tersebut sama-sama menggunakan sepatu.. tapi apakah mungkin kuli bangunan menggunakan sepatu kulit berkualitas ?.. saya rasa tidak karena itu akan membuat semen dan pasir merusak teksturnya.. lalu apakah mungkin pejabat menggunakan sepatu karet ?.. rasanya jauh dari kata mungkin, apalagi bila pejabat tersebut akan memasuki ruangan dalam gedung. pastinya akan membuat bunyi berdenyit yang aneh pada keramik.
padahal fungsi dari sepatu adalah sama.. tujuannya untuk melindungi kaki. tetapi pada masa sekarang kita sudah merubah fungsi semua itu.. sepatu menjadi alat bukan lagi alas dan lebih kepada gaya hidup..
Rabu, 27 Januari 2016
Kepada Pagi
Dini hari tadi
Caci waktu dustai malam
Kepada pagi hari
Sudikah berwarna lagi
Di injak tak rusak
Kelam suram bergumam
Kepada hati teruntuk sendiri
Sudahi saja jika itu baik
Kepada pagi
Teranglah seperti matahari
Kepada pagi
lupakanlah perihal senja tadi
Langganan:
Postingan (Atom)
