Minggu, 04 September 2016

Purnama Darimu

ketika satu purnama aku kehilangan kesadaran.. semuanya dimulai saat senja itu membanting hatiku dengan seribu tanya.. entah apa maksud dari sebuah catatan pada kertas putih didalam dompetmu..

aku tak berpikir bahwa kamu akan menjadi penipu ulung.. tetapi seketika itu pula otak didalam kepalaku rasanya berdenyut dan ingin keluar dari cangkangnya..

tidak aku tunggu lama saat itu.. tepat sinar purnama berada diatas kepalaku dan aku mencoba memutar ulang ingatan saat dimana aku temukan secarik kertas berisi catatan nomer handphone dan beberapa email yang membuat aku rasanya ingin muntah..

bukan.. bukan karena aku membaca tulisan tentang hal yang jorok tetapi semua catatan itu membuat kepalaku dilanda pusing.. sebab yang aku temukan adalah perihal ganjil yang tak biasanya kutemukan darimu..

benar saja.. purnama tertutup kelabu awan yang mulai mendung dan petir datang saling bersahutan.. seakan memang menjadi latar untuk semua keadaan yang ada pada tanya besar pikiranku..

aku tak pernah menyangka catatan sakti yang aku temukan pada tempat uangmu yang baru adalah balapetaka hubungan kita.. semuanya berubah menjadi gambaran nyata tentang kamu..

rasa mual itu hilang.. tetapi mataku buta.. hidungku tak lagi dapat merasakan bau.. telinga mendadak sunyi dan urat pada saraf di tubuh ini melemas lalu kulitku tak lagi bisa merasakan hembusan angin yang seharusnya dingin. lidah menjadi kelu membisu..

lengkap sudah cerita satu purnama tentangmu.. entah bagaimana lagi aku harus melanjutkan cerita lain yang padahal isi pena dan sisa-sisa kertas masih banyak untuk membuat beberapa bagian kisah menarik selain tentangmu saja..

dari semogaku yang tak pernah berhenti aku harapkan dan purnama yang menjadikannya teman bait dari sastra yang hilang lalu teruntuk kanvas yang kosong bahkan belum aku sempat lukis wajah dan namamu disana.. aku berhenti pada kalimat yang menjadikannya bisu abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar