entah berapa purnama lagi yang aku harus lewati tanpamu.. pekat melekat didalam sukma yang terus saja meminta hadirmu.. meski aku tahu ini semua tidak mungkin untuk aku jalani seorang diri..
suatu malam yang dingin pernah aku bermimpi tentang ragamu dan terasa begitu nyata.. kau peluk aku dengan penuh mesra kecupan-kecupan dalam setiap rindu yang kita punya. tetapi aku tersadar semuanya hanyalah belai angin yang hampa
jika saja aku seorang pujangga.. akan aku selipkan namamu dalam setiap bait puisiku..
cinta kepadamu aku diam seolah mengerti apa yang sedang terjadi.. padahal rasa kalut didalam hati bertanya kenapa semua ini datang dan harus terjadi.. sekarang aku hanyalah manusia tersekat harapan..
malam bagai ruang yang semakin sempit.. didalamnya ada aku dan semua keinginan untuk kita selalu bersama.. rasanya begitu dingin seperti aku dibuatnya beku tak berdaya..
sungguh aku rindu dikecup kening olehmu.. rindu perhatian mesra yang mengantarkan aku menuju lelap, meski itu hanya sekedar kata selamat tidur atau perintah mencuci kaki dan gosok gigi..
hari ini malam dimana aku harus berjumpa denganmu.. meminta jawab dari tanya untuk hatiku yang tidak mungkin lagi bisa melihat pagi.. dan semoga semuanya akan baik-baik saja 😢😖🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar